baseadi
Sistem (Metode/Cara)

- Definisi sistem.
1. Jhonson & Kost, bahwa sistem yaitu suatu kebulatan yang kompleks, terkoordinir, terorganisir dalam suatu himpunan atau kelompok dari unsur-unsur tertentu.
2. Shorde & Voiche, sistem adalah sebagian dari sehimpunan dari beberapa bagian atau unit, saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya dan membentuk satu kesatuan yang kompleks atau runut.
3. Inu Kencana Syafii, sistem adalah suatu kebulatan yang kompleks, terkoordinir dalam suatu kelompok dari beberapa unit-unit yang membentuk suatu keseluruhan yang sempurna/utuh.
4. Prof. DR. Proyudi Atmosudiryo, sistem adalah suatu jaringan melalui prosedur yang berkomunikasi satu sama lain yang mempunyai pola yang bulat untuk menggerakkan suatu fungsi yang utam dari suatu usaha untuk mendapatkan maksud yang baik.
- Unsur yang paling utama dalam sistem administrasi adalah biaya atau dana.
- Unsur-unsur sistem terdiri dari 5 hal.
1. Mempunyai beberapa bagian/unit-unit yang saling bekerja sama.
2. Setiap unit saling berkomunikasi antara unit-unit lainnya.
3. Stiap bagian saling mendukung/memotivasi.
4. Setiap aktifitas atau kegiatan-kegiatan yang dilakukan mempunyai tujuan yang diinginkan secara baik dan utuh.
5. Dalam suatu sistem mempunyai beberapa ekologi/lingkungan.

Motivasi dan Partisipasi Masyarakat

- Motivasi (dorongan).
Proses motivasi secara internal (ke dalam) melalui diri sendir (perorangan). Yang menyebabkan orang berprilaku (bersikap) untuk memenuhi kebutuhannya. Motivasi dirumuskan sebagai suatu tingkah laku atau prilaku yang ditunjukkan kepada suatu sasaran (objek). Motivasi berkaitan erat dengan kepuasan kerja dan performance (kekuatan/kemampuan) dari tuagas atau kegiatan-kegiatan tersebut. Munculnya motivasi karena ada kebutuhan yang ingin dicapai. Kebutuhan yang ingin dicapai melaui tingkah laku/prilaku, sehingga dapat menghasilkan kepuasan.
- Motivasi dalam suatu pekerjaan dalam suatu organisasi sangat penting karena:
1. Motivasi merupakan masalah dalam meningkatkan usaha/upaya dalam mencapai tujuan.
2. Kinerja bagi pegawai/pekerja harus efisien.
3. Orang bekerja bukan semata-mata karena uang, tetapi juga karena ingin mendapatkan kepuasan kerja.
4. Memotivasi orang adalah merupakan tugas seorang pimpinan/manajer dalam suatu organisasi atau kelompok.
- Motivasi menurut Prof. Abraham Maslaw. Teori kebutuhan ada beberapa asumsi-asumsi:
1. Kebutuhan orang pada dasarnya mempunyai kepentingan tertentu, mulai dari kebutuhan dasar (pokok) sampai kepada kebutuhan puncak.
2. Orang tidak termotivasi karena kebutuhan atau keinginannya tidak tercapai.
3. Setiap orang atau manusia pada dasarnya ada 5 (lima) keinginan-keinginan/kebutuhan-kebutuhan, sehingga di dalam kebutuhan berjenjang atau bertingakt (hirarki):
a. Tingkatan paling rendah/dasar.
• Makanan dan minuman.
• Semua orang memerlukan perlindungan (orang tua dan rumah).
• Mempunyai pendapatan yang cukup.
b. Kebutuhan Security (keamanan atau perlindungan).
• Kondisi keamanan.
• Kondisi kerja.
• Mempunyai jaminan kelangsungan kerja/hidup.
• Mempunyai kesempatan hidup, kenaikan pangkat, kenaikan gaji bila memnuhi persyaratan/kriteria.
• Mengatasi/mencegah adanya infalasi (perubahan ekonomi).
c. Kebutuhan sosial (hubungan manusia).

Kemapuan kerja dan Motivasi Kerja Bagi Aparatur (PNS).

- Kemampuan aparatur yang dimaksud dalam melaksanakan tugas/aktifitas, dapat menggunakan 6 (enam) dimensi/temua baru untuk aparatur dalam bekerja:
1. Pendidikan.
2. Dorongan/motivasi/rangsangan utuk bekerja sehingga jabatan bisa terpenuhi.
3. Disiplin.
4. Memerlukan pangkat dan golongan.
5. Pengalaman kerja/jabatan.
6. Pro aktif.
- Motivasi artinya sebagai suatu proses perubahan energi dalam diri sendiri ditandai dengan munculnya rasa (feeling) melalui 3 unsur prilaku:
1. Dorongan mengenal terjadinya perubahan-perubahan pada diri kita.
2. Motivasi muncul karena ada reaksi atau ada kritikan dan tanggapan.
3. Dorongan karena tujuannya terpenuhi.
- Dikemukakan oleh Irawan Hadi, motivasi kerja mencakup berbagai hal bagi aparatur:
1. Pemberian motivasi berlangsung karena ada keinginan untuk mencapai objek atas sasaran.
2. Motivasi karena melalui suatu proses terhadap kepuasan kerja yang dicapai.
3. Menggambarkan bahwa motivasi yang dilaksanakan ada dua:
a. Motivasi internal.
b. Motivasi eksternal.
- Teori tersebut di atas disempurnakan oleh Prof. Dr. Mulyadi, bahwa di dalam mekanisme kerja ada 6 (enam) tahapan:
1. Mempunyai k ebutuhan/keinginan/cita-cita tertentu.
2. Timbul rasa ketegangan.
3. Ada dorongan besar.
4. Melakukan suatu action.
5. Tingkah laku harus ada etika.
6. Masalah penilaian.
- Karakter motivasi kerja:
1. Kepribadian/personality.
2. Persepsi/penafsiran.
3. Kemampuan bekerja/melaksanakan tugas.
4. Sistem nilai-nilai.
5. Mempunyai skill/kemampuan yang luas.
6. Tercapainya kepuasan kerja.

- Prof. Herbelh, motivasi dari dua faktor:
1. Faktor merasa manusia tidak puas apa yang dicapai. Ketidak puasan dalam organisasi mencakup:
a. Unsur gaji/upah.
b. Kemampuan kerja.
c. Kondisi kerjanya minus (negatif).
d. Status/kedudukan terlalu rendah.
e. Mekanisme/prosedur/ proses penyelesaian tugas selalu mengalami keterlambatan.
f. Mutu yang dicapai kurang.
g. Hubungan interpersonal antara pegawai dengan pegawai dan atasan dengan bawahan yang rendah atau tidak ada.
2. Faktor merasa manusia puas apa yang dicapai. Kepuasan apa yang telah dihasilkan karena termotivasi melalui beberapa unsur-unsur tertentu:
a. Prestasi/kerja, yang bertujuan meningkatkan produktivitas kerja. Prestasi adalah kemampuan untuk mencapai hasil yang semaksimalnya dengan meggunakan kriteria/persyaratan yang telah disepakati/ditetapkan sebelumnya dengan maksud mencapai tujuan yang berkualitas/bermutu.
b. Pengakuan (keabsahan).
c. Harus bertanggungjawab (responsibility) dari semua kegiatan yang telah dilaksanakan, baik positif maupun negatif.
d. The Work is Self; pekerjaan itu sendiri harus diterima dengan baik.
e. The Possibility of Grow; kemungkinan berkembang/maju.
- Berdasarkan dari dua faktor tersbut di atas, mendorong pegawai/karyawan untuk berbuat berprestasi/kinerja secara optimal/maksimal dalam rangka mencapai tujuan yang berkualitas, sehingga menurut Muhammad Tahun 2000: 83 aturan lain, bahwa ada dimensi terhadap kondisi/iklim organisasi yang baik antara lain:
1. Rasa tanggungjawab.
2. Standar hasil yang dicapai berkualitas/bermutu.
3. Mempunyai Reward/upah.
4. Rasa persaudraan, persahabatan, kekeluargaan harus ditingkatkan sehingga kerja sama mantap.
5. Mempunyai semangat kerja yang tinggi.